Temukan Ice Cream Era Meiji di Yokohama Bashamichi Ice

bashamichiHayo tebak, kira-kira di mana ya ice cream Jepang pertama kali dibuat? Yap, tepat sekali  jawabnnya adalah Yokohama. Yokohama yang menjadi ibu kota prefektur Kanagawa ini menjadi tempat lahir ice cream tradisional Jepang. Sejak zaman Meiji, ice cream tradisional yang dibuat dari susu, gula, dan telur ini mampu menghasilkan rasa yang tak ada duanya. Rasanya yang khas dan unik dari perpaduan susu dan telur, semakin manis dengan bubuhan gula. Setiap orang yang menginjakkan kakinya di Yokohama, ingin mencicipi ice cream yang masih memertahankan cita rasa aslinya ini, bashamichi.

Di saat toko-toko ice cream berlomba-lomba membuat varian baru dari bashamichi, sebuah toko yang bernama Yokohama Bashamichi Ice ini berani tampil beda. Mereka masih mempertahankan ice cream tradisional yang memiliki cita rasa persis dengan ice cream era Meiji. Bedanya, hanya variannya saja yang cukup berbeda. Hemm, jadi ini alasan dibalik populernya Yokohama Bashamichi Ice?

 

Yokohama Bashamichi Ice memiliki enam varian ice cream, dimana setiap jenisnya memiliki cita rasa crunchy di luar, tapi sangat lembut dan halus di dalam. Varian yang dapat kita pesan diantaranya, rasa manga, vanilla, milk strawberry, teh hijau, dan lain-lain. Varian yang menggunakan waffle cake (monaka) yang dipadukan dengan ice cream, membuat banyak orang ketagihan. Apalagi rasanya yang super unique.

Ada pula varian yang memadukan antara custard dan susu. Ice cream jenis ini menjadi menu favorit dan paling diminati di kalangan penggila ice cream. So Yummy! Ambil satu cup ice cream, tusuk-tusuk bagian atas yang cukup renyah, lalu nikmati isi ice cream yang akan membuatmu terkesima. Meski keras di atas, ternyata isiannya lembut dan lumer di mulut. Kita harus meruntuhkan sisi luarnya, untuk menikmati ice cream susu, gula, dan telur ini.

Kesegaran yang tersimpan dalam satu cupnya, membuat penantian kita menjadi lebih berharga. Yokohama Bashamichi Ice ini selalu dipadati pembeli, jadi harus benar-benar sabar selama menanti giliran kita. Ice cream tradisional yang bertahan ditelan waktu,

foto: yokohamajapan

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>