Kozuyu, Sup Tradisional Warisan Leluhur

Prefektur Fukushima ternyata memiliki satu kuliner khas yang benar-benar unik. Jika biasanya suatu menu memiliki resep dasar yang dapat diikuti oleh semua orang, panganan tradisional satu ini dapat dimasak dengan menyesuaikan banyak resep. Tepatnya, masing-masing keluarga memiliki resep sendiri-sendiri yang diambil dari resep rahasia para leluhur.

Resep yang telah disusun dari suatu generasi, diturunkan kepada anak-cucu mereka untuk  diiikuti dan dipatuhi. Mungkin, inilah rahasia kenapa budaya makan bangsa Jepang dinilai tinggi, karena setiap dapur memiliki rahasainya sendiri-sendiri. Banyaknya dapur yang mengepul, mampu melahirkan menu-menu unik dan beragam. Sehingga, satu panganan bisa memiliki banyak cita rasa. Lalu, sebenarnya, apa ya nama panganan yang sering dimasak saat tahun baru, festival dan seremonial ini?

kozuyu

Namanya adalah Kozuyu atau sup lokal tradisional Aizu Wakamatsu. Jika ingin mencicipi kehangatn khas Aizu, Kozuyu bisa menjadi pilihan. Keungulan dari sup tradisional ini tentu pada kekayaan rasa. Bayangkan masing-masing keluarga di Aizu memiliki resep sendiri-sendiri yang bertahan dari beberapa generasi. Sup tradisional ala masakan rumahan ini akan mudah kita temukan di penginapan model Japanese Style di sekitar Aizu. Tak hanya penginapan, kita juga akan mudah menemukan Kozuyu di supermarket.

Semangkuk Kozuyu dibuat dari potongan jamur shiitake, kapri, wortel, dan kerang kering. Kuahnya tak terlalu kental dan hanya menggunakan sedikit garam dan kecap asin (shoyu) sebagai bumbu. Setiap keluarga, mungkin menambahkan bumbu dan sayuran lain. Namun, pada umumnya inilah bahan dan bumbu yang sering digunakan.

Kadangkala, kombu dan katsuobushi juga ditambahkan untuk menambah varian rasa. Semangkuk Kozuyu mengajarkan pada kesederhanaan dalam hidup yang dapat dianut oleh semua keluarga. Pemilihan bahan dan bumbu juga menjadi andil bagi keragaman masyarakat Jepang. Bahwa setiap keluarga berhak memiliki kebebasan untuk menentukan makanan favorit mereka, tanpa harus merusak hubungan ‘sosial’ dengan keluarga lain.

Masih adanya Kozuyu setiap perayaan tahun baru, seremonial dan festival menjadi bukti bahwa eksistensi sup tradisional ini mampu bertahan dari gerusan waktu. Jika tak sempat mencicipi Kozuyu di hotel, kunjungi teman orang Jepangmu dan nikmati lezatnya sup khas keluarga mereka.  Itadakimasu!

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>